Teknologi Pupuk Organik

Paradigma Baru Peningkatan Produksi

Antara Organik vs Hayati

Posted by agrot3k on May 7, 2009

Antara Organik vs Hayati

Ketika produksi pertania, ataupun hasil buah menurun banyak para petani kita frustasi dengan kondisi yang tidak menentu, apalagi pergantian musim yang tidak dapat diprediksi menyebabkan semakin bertambah beban bagi para petani, belum lagi dengan berdatangannya hama yang membuat berkurangnya hasil panen. Sebagai contoh di India banyak petani bunuh diri akibat gagal panen yang secara otomatis mereka tidak bisa membayar ke rentenir, sungguh tragis. Hal ini juga didukung dengan semakin mahalnya pupuk kimia serta langkanya bahan baku pembuatan pupuk kimia yang menyebabkan meningkatnya biaya produksi.

Organik :

Akhir-akhir ini banyak penggunaan pupuk organik sebagai alternatif atau sebagai pengurangan biaya produksi akibat dari penggunaan dominasi pupuk kimia. Pembentukan pupuk organik dengan menggunakan metoda pengolahan kotoran hewan, kompos, jerami dll adalah suatu strategi untuk mendatangkan bakteri atau microba yang dapat membentuk dan menghasilkan unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman seperti N,P,K. Sebagai perumpamaan untuk bakteri yang didatangkan dengan pupuk organik, ketika terjun disuatu daerah ditebari pupuk organic maka banyak para bakteri berlomba untuk berdatangan ke sumber organic yang ditebarkan demikian juga  banyak pula yang saling berebut pupuk organic tersebut,(sebagai gambaran jumlah bakteri tersebut adalah jutaan bahkan miliar,sedangkan kita sendiri saja berebut sembako banyak yang kelelahan, apalagi berebut BLT), akibatnya banyak pula yang mati dan bakteri-bakteri yang kuat mempertahankan dirinya barulah mereka mulai bekerja. Ada yang berfungsi menguraikan, membentuk dan sebagainya unsure-unsur N,P,K tersebut yang dibutuhkan tanaman.

Hayati :

Berdasarkan penelitian yang ulet yang cukup lama tentang tingkah laku bakteri atau mikroba organik tersebut, seorang professor telah menemukan suatu teknologi yang merekrut dan menggabungkan mikroba-mikroba pembentuk unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman, dengan cara membekali makanannya dan menyelimuti masing-masing bakteri dengan suatu penangkal dalam suatu media cair (hayati/hidup), sehingga bakteri yang terkandung dalam cairan tersebut sudah siap bekerja jika diterjunkan ke suatu daerah lokasi tanam, dengan sendirinya  mereka tidak mengganggu makanan dari bakteri yang sudah ada dilokasi sebelumnya.

Dengan bekal yang cukup untuk masa panen dan gabungan dengan enzyme serta hormon dosis tinggi maka bakteri/mikroba yang terkandung di dalamnya siap bekerja terjun ke lahan tanam, sehingga teknologi Hayati ini dapat memberikan hasil yang maksimal dengan pertumbuhan yang lebih cepat dari biasanya.

Proses Pembentukan pupuk Hayati tersebut dapat dilihat dilink berikut :

proses-produksi-pupuk-hayati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: